KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM
M A K A L A H
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Manajemen Pendidikan Islam”
Afiful
ikhwan, M.pd.I
Oleh
:
ANISA
CHUSNUL CHOTIMAH (2014471993)
ANISYA
ANGGI AMIRIL HAQI (2014471994)
RINI
IMA PURWANTI (20144711008)
PAI – SMT VI
PROGAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
JURUSAN
TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI
AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH
(STAIM)
TULUNGAGUNG
Februari 2017
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini.
Shalawat dan salam kepada junjungan Nabi besar
Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya yang telah memperjuangkan
Agama Islam.
Kemudian dari pada itu, saya sadar bahwa dalam
menyusun makalah ini banyak yang membantu terhadap usaha saya, mengingat hal
itu dengan segala hormat saya sampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya
kepada :
1.
Ketua Sekolah
Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung Bapak Nurul Amin, M.Ag
2.
Dosen pengampu yang telah memberikan bimbingan
dalam penyusunan makalah ini
Bapak DR. Afiful Ikhwan, M.Pd.I
3.
Teman – teman dan seluruh pihak yang ikut
berpartisipasi dalam penyelesaian makalah.
Atas bimbingan, petunjuk dan dorongan tersebut
saya hanya dapat berdo' a dan memohon kepada Allah SWT semoga amal dan jerih
payah mereka menjadi amal soleh di mata Allah SWT. Amin.
Dan dalam penyusunan makalah ini saya sadar bahwa
masih banyak kekurangan dan kekeliruan, maka dari itu saya mengharapkan
keritikan positif, sehingga bisa diperbaiki seperlunya.
Akhirnya saya tetap berharap semoga makalah ini
menjadi butir-butir amalan saya dan bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya
bagi seluruh pembaca. Amin Yaa Robbal 'Alamin.
(PENYUSUN)
DAFTAR ISI
Halaman Judul ……………………………………………….…..… i
Kata Pengantar …………………………………………………..…. ii
Daftar Isi …………………………………………………..…. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah ……………………………... 1
B.
Rumusan Masalah …………………………………….. 2
C.
Tujuan Masalah ……………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM
A.
Pengertian pemimpin Pendidikan Islam …….............. 3
B.
PendidikanDalam Islam ................................................ 5
C.
Dasar dan
Karakteristik Pendidikan Islam..............…... 8
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
…………………………………………….. 13
DAFTAR
PUSTAKA ……………………………………………………... 14
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Manusia
diciptakan oleh Allah SWT ke muka bumi ini, sebagai khalifah (pemimpin)
dimuka bumi ini, oleh sebab itu maka manusia tidak terlepas dari perannya
sebagai pemimpin, kepemimpinan merupakan peran sentral dalam setiap upaya
pembinaan. Peran kepemimpinan begitu menentukan dalam mencari sebab-sebab
jatuh bangunnya suatu lembaga.
Seorang
pemimpin dituntut menguasai berbagai hal yang berhubungan dalam rangka
peningkatan mutu pendidikan.Oleh karena itu ,dengan persaingan yang begitu
ketet dalam dunia pendidikan,maka pendidikan Islam harus mempunyai
terobosan-terobosan baru yang bersifat inovatif sehingga tidak kalah dengan
lembaga pendidikan pada umumnya.
Kepemimpinan
dalam kaitannya dengan mutu pendidikan Islam merupakan elemen yang sangat
penting dalam suatu lembaga pendidikan,karena kepemimpinan dalam hal ini
pemimpin harus mampu menjadi seorang menejerial yang dapat membimbing dan
mengarahkan serta mampu membangkitkan motivasi dilembaga yang dipimpinnya dalam
meningkatkan kinerja yang dipimpinnya,sehingga visi,misi dan tujuan sebuah
lembaga pendidikan akan tercapai.
Dalam makalah yang kami susun ini akan membahas segala
sesuatu yang berkenaan dengan kepemimpinan khususnya dalam dunia pendidikan
karena dimaksudkan nantinya kami calon calon pendidik generasi muda dapat
menjadi pemimpin bagi anak didiknya karena dari pemimpin yang hebatlah semunya
akan dimulai. Pengaruh seorang pemimpin
sangatlah menentuakan keberhasilan lembaga pendidikan Islam
tersebut.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa Pengertian Pemimpin Pendidikan
Islam?
2.
Bagaimana Pendidikan dalam Islam?
3.
Apa Dasar dan Karakteristik Pendidikan
Islam?
C.
Tujuan Masalah
1.
Untuk Mengetahui Pengertian Pemimpin
Pendidikan Islam .
2.
Untuk Mengetahui Bagaimana Kepemimpinan
dalam Islam.
3.
Untuk Mengetahui Dasar dan karakteristik
Pendidikan Islam
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pemimpin Pendidikan Islam
1. Definisi pemimpin
Secara umum, kepemimpinan (leadership) adalah kegiatan manusia dalam
kehidupan. Secara etimologi, kepemimpinan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
berasal dari kata dasar “pimpin” yang jika mendapat awalan “me” menjadi “memimpin” yang berarti menuntun, menunjukkan jalan dan
membimbing[1].
Ada beberapa pendapat para ahli mengenai definisi kepemimpinan. Antara lain
:
1.
Menurut Seokarto Indrafachrudi kepemimpinan adalah
kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi,
mendorong, mengajak, menunutun, menggerakan dan jika perlu memaksa orang lain
agar ia menerima pengaruh itu dan selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat
membantu pencapaian tujuan-tujuan tertentu[2].
2.
Menurut Nanang Fattah “Pemimpin pada hakikatnya
adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain
di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan”[3].
3.
Menurut Kartini Kartono “Pemimpin adalah
seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan
kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk
bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau
beberapa tujuan”[4] .
Jadi dari beberapa pendapat diatas, penyusun dapat menyimpulkan bahwa
kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan untuk mendorong atau
mempengaruhi dalam lingkup penggerakan pelaksanaan pendidikan demi tercapainya
tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Dalam kegiatannya pemimpin
memiliki kekuasaan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan
dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Pada tahap pemberian tugas pemimpin
harus memberikan arahan dan bimbingan yang jelas, agar bawahan dalam
melaksanakan tugasnya dapat dengan mudah dan hasil yang dicapai sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan.
2. Definisi
Pendidikan Islam
Pengertian
Pendidikan Islam yaitu bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut
ajaran islam dengan hikmah,mengarahkan,mengajarkan,melatih,mengasuh dan
mengawasi berlakunya semua ajaran Islam. Dalam pengertian ini dapat diartikan
bahwa di dalam proses pendidikan islam
terdapat usaha mempengaruhi jiwa anak didik melalui suatu proses yang setingak
demi setingkat akan menuju pada tujuan yang telah di tetapkan, yaitu menanamkan
akhlak dan takwa serta menegakkan kebenaran sehingga terbentuklah manusia yang
berkepribadian dan berbudi luhur dengan ajaran islam.
Jadi definisi
pendidikan Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur
ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempattempat yang tepat dari segala
sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan
pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian. Jadi
pendidikan ini hanyalah untuk manusia saja.
B.
Kepemimpinan Dalam Pendidikan Islam
Salah satu bentuk kepemimpinan dalam
lembaga pendidikan islam adalah kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan salah
satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam menentukan keberhasilan
suatu lembaga pendidikan.[5] karena
ia merupakan pemimpin di lembaganya, Mulyasa mengatakan: kegagalan dan
keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh kepala sekolah. Karena mereka
merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh sekolah menuju
tujuannya. Sekolah yang efektif , bermutu, dan favorit tidak lepas dari peran
kepala sekolahnya. Maka ia harus mampu membawa lembaganya kearah tercapainya
tujuan yang telah ditetapkan,ia harus mampu melihat adanya perubahan serta
mampu melihat masa depan dalam kehidupan global yang lebih baik.
Kepala sekolah harus bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan
semua urusan pengaturan dan pengelolaan sekolah secara formal kepada atasannya atau
secara informal kepada masyarakat yang telah menitipkan anak didiknya.
Blimberg (1987) membagi tugas kepala
sekolah sebagai berikut :
1. menjaga agar segala program sekolah
berjalan sedamai mungkin (as peaceful as possible)
2. menangani konflik atau menghindarinya.
3. memulihkan kerjasama
4. membina para staf dan murid
5. mengembangkan organisasi, dan
6. mengimplementasi ide-ide pendidikan[6].
Kualitas dan kompetensi kepala sekolah
secara umum setidaknya mengacu kepada empat hal pokok,yaitu :
1. sifat dan ketrampilan kepemimpinan
2. kemampuan pemecahan masalah
3. ketrampilan social;dan
4. pengetahuan dan kompetensi professional.
Secara garis besar kualitas dan kompetensi kepala sekolah dapat dinila dari
kinerjanya dalam mengaktualisasikan fungsi dan perannya sebagai kepala sekolah
yaitu meliputi:
1) Sebagai Pendidik (educator)
a. Kemampuan membimbing guru dalam
melaksanakan tugas
b. Mampu memberikan alternative pembelajaran
yang efektif
c. Kemampuan membimbing bermacam-macam
kegiatan kesiswaan
2) Sebagai Manajer
a. Kemampuan menyusun organisasi personal
dengan uraian tugas sesuai standar
b. Kemampuan menggerakkan stafnya dan segala
sumber daya yang ada serta lebih lanjut memberikan acuan yang dinamis
dalam kegiatan rutin dan temporer
c. Kemampuan menyusun program secara sistematis
3) Sebagai Administrator
a. Kemampuan mengelola semua perangkat KBM
secara sempurna dengan bukti berupa data administrasi yang akurat
b. Kemampuan mengelola administrasi kesiswaan
, ketenagaan, keuangan, sarana dan prasarana, dan administrasi persuratan dengan
ketentuan yang berlaku.
4) Sebagai Supervisor
Kegiatan utama pendidikan disekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya
adalah kegiatan pembelajaran sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah
bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Oleh karena
itu salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor, yaitu me supervisi
perkerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan.
a. Kemampuan menyusun program supervisi
pendidikan di lembaganya yang dapat melaksanakan dengan baik
b. Kemampuan memanfaatkan hasil
supervisi untuk peningkatan kinerja guru dan karyawan
c. Kemampuan memanfaatkan kinerja guru
atau karyawan untuk pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan.
5) Sebagai Pemimpin
Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan,
meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan
mendelegasikan tugas. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai
leader dapat dianalisis dari kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan,
visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan
berkomunikasi. kepribadian kepala sekolah sebagai leader tercermin dalam
sifat-sifat jujur, percaya diri, tanggung jawab, beranimengambil resiko, dan
keputusan, berjiwa besar, emosi yang stabil, teladan.
a. Memiliki kepribadian yang kuat
b. Memahami semua personalnya yang
memiliki kondisi yang berbeda, begitu juga kondisi siswanya berbeda dengan yang
lainnya
c. Memiliki upaya untuk peningkatan
kesejahteraan guru dan karyawannya
6) Sebagai Inovator
Kepala sekolah sebagai innovator akan
tercermin dari cara-cara ia melakukan perkerjaannya secara kostruktif, kreatif,
delegatif, integrative, rasional dan obyektif, pragmatis, keteladanan,
disiplin, serta adatabel dan fleksibel.
a. Memiliki gagasan baru (proaktif) untuk
inovasi dan perkembangan madrasah, memilih yang relevan untuk kebutuhan
lembaganya
b. Kemampuan mengimplementasikan ide yang baru
dengan baik
c. Kemampuan mengatur lingkungan kerja
sehingga lebih kondusif[7]
C. Dasar dan Karakteristik Kepemimpinan Pendidikan Islam
Istilah kepemimpinan
pendidikan mengandung dua pengertian, dimana kata pendidikan menerangkan di
lapangan apa dan di mana kepemimpinan itu berlangsung, dan sekaligus
menjelaskan pula sifat dan ciri-ciri kepemimpinan, yaitu bersifat mendidik dan
membimbing. Sebagaimana kata pendidikan yang menunjukkan arti yang dapat
dilihat dari dua segi, yaitu:
a. Pendidikan sebagai usaha atau proses pendidik dan mengajar seperti yang
dikenal sehari-hari.
b. Pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang
membahas berbagai masalah tentang hakikat dan kegiatan mendidik mengajar dari
zaman ke zaman atau yang membahas prinsip-prinsip dan pratik-praktik mendidik
dan mengajar dengan segala cabang-cabangnya yang telah berkembang begitu luas
dan mendalam.
Dari dual hal tersebut, maka dapat penulis jelaskan bahwa kepemimpinan pendidikan
pada dasarnya terdapat dan berperan pada usaha-usaha yang berhubungan dengan
proses mendidik dan mengajar di satu pihak, dan pada pihak lain berhubungan
dengan usaha-usaha pengembangan pendidikan sebagai satu ilmu dengan segala
cabang-cabangnya dan ilmu-ilmu pembantu lainnya.
Pada masa sekarang ini setiap
individu sadar akan pentingnya ilmu sebagai petunjuk/alat/panduan untuk
memimpin umat manusia yang semakin besar jumlahnya serta komplek persoalannya.
Atas dasar kesadaran itulah dan relevan dengan upaya proses pembelajaran yang
mewajibkan kepada setiap umat manusia untuk mencari ilmu. Dengan demikian upaya
tersebut tidak lepas dengan pendidikan, dan tujuan pendidikan tidak akan tercapai
secara optimal tanpa adanya manajemen atau pengelolaan pendidikan yang baik,
yang selanjutnya dalam kegiatan manajemen pendidikan diperlukan adanya pemimpin
yang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin.
Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan
anggota dan juga dapat memberikan pengaruh, dengan kata lain para pemimpin
tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan, tetapi juga
dapat mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. Sehingga
terjalin suatu hubungan sosial yang saling berinteraksi antara pemimpin dengan
bawahan, yang akhirnya tejadi suatu hubungan timbal balik. Oleh sebab itu bahwa
pemimpin diharapakan memiliki kemampuan dalam menjalankan kepemimpinannya,
karena apabila tidak memiliki kemampuan untuk memimpin, maka tujuan yang ingin
dicapai tidak akan dapat tercapai secara maksimal.
Pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk
mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan
kekuasaan. Kekuasaaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi
bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. Semakin
banyak jumlah sumber kekuasaan yang tersedia bagi pemimpin, maka makin besar
potensi kepemimpinan yang efektif.
Dengan menyebutkan “ kepemimpinan pendidikan”, maka disamping menjelaskan
dimana kepemimpinan itu berada dan berperan, tambahan kata “pendidikan”
dibelakang kata “kepemimpinan” hendaknya menampakkan pula sifat-sifat atau ciri-ciri
khusus kepemimpinan yang bersifat mendidik, membimbing, dan mengemong tetapi
bukan memaksa dan menekan dalam bentuk apapun.
Adapun Ciri-ciri dari seorang pemimpin dalam kepemimpinan pendidikan
islam itu sendiri antara lain:
1) Memiliki pengetahuan
dan kemampuan yang cukup untuk mengendalikan lembaga atau organisasinya
2) Memfungsikan
keistimewaannya yang lebih di banding orang lain
3) Memahami kebisaan dan
bahasa orang yang menjadi tanggung jawabnya
4) Mempunyai karisma atau
wibawa dihadapan manusia atau orang lain
5) Bermuamalah dengan
lembut dan kasih sayang terhadap bawahannya, agar orang lain simpatik kepadanya
6) Bermusyawarah dengan
para pengikut serta mintalah pendapat dan pengalaman mereka
7) Mempunyai power dan
pengaruh yang dapat memerintah serta mencegah karena seorang pemimpin harus
melakukan control pengawasan atas pekerjaan anggota, meluruskan keliruan, serta
mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan mencengah kemungkaran
8) Bersedia mendengar
nasehat dan tidak sombong, karena nasehat dari orang yang ikhlas jarang sekali
kita peroleh[8].
Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan
pegawasan, meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua
arah, dan mendelegasikan tugas. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah
sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga
kependidikan, visi dan misi sekolah, kemempuan mengambil keputusan dan
kemempuan berkomunikasi. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader tercermin
dalam sifat-sifat jujur, percaya diri, tanggungjawab, berani mengambil resiko,
dan keputusan, berjiwa besar, emosi yang stabil, teladan. Memiliki kepribadian
yang kuat, Memahami semua personalnya yang memiliki kondisi yang berbeda,
begitu juga kondisi siswanya berbeda dengan yang lainnya, Memiliki upaya untuk
peningkatan kesejahteraan guru dan karyawannya
Sehingga untuk mencapai tujuan yang akan di capai oleh seorang pemimpin dan
aggotanya seorang pemimpin setidaknya memiliki tujuh karakteristik kepemimpinan
profetik yang bisa saya uraikan pada tulisan ini, yaitu antara lain :
a) Memiliki
karakter shidiq (jujur). Kepemimpinan profetik mengedepankan
integritas moral (akhlak), satunya kata dan perbuatan, kejujuran, sikap dan
perilaku etis. Sifat jujur merupakan nilai-nilai transedental yang mencintai
dan mengacu kepada kebenaran yang datangnya dari Allah SWT (Shiddiq) dalam
berpikir, bersikap, dan bertindak. Perilaku pemimpin yang "shiddiq"
(shadiqun) selalu mendasarkan pada kebenaran dari keyakinannya, jujur dan
tulus, adil, serta menghormati kebenaran yang diyakini pihak lain yang mungkin
berbeda dengan keyakinannya, bukan merasa diri atau pihaknya paling benar.
b) Memiliki
karakter amanah(terpercaya). Kepemimpinan profetik mengahadirkan
nilai-nilai bertanggungjawab, dapat dipercaya, dapat diandalkan, jaminan
kepastian dan rasa aman, cakap, profesional dalam melaksanakan tugas
kepemimpinannya. Karakter tanggungjawab, terpercaya atau trustworthy (amanah)
adalah sifat pemimpin yang senantiasa menjaga kepercayaan (trust) yang diberikan
orang lain. Karakter amanah dapat menajamkan kepekaan bathin seorang pemimpin
untuk bisa memisahkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan
publik/organisasi.
c) Memiliki
karakter tabligh(menyampaikan).Kepemimpinan profetik
menggunakan kemampuan komunikasi secara efektif, memiliki visi, inspirasi dan
motivasi yang jauh ke depan. Seorang pemimpin itu memerlukan kemampuan
komunikasi dan diplomasi dengan bahasa yang mudah dipahami, diamalkan, dan
dialami orang lain (tabligh). Sosok pemimpin (seperti karakter nabi dan rasul)
bahasanya sangat berbobot, penuh visi dan menginspirasi orang lain.
d) Memiliki karakter fathanah
(cerdas). Kepemimpinan profetik itu mempunyai kecerdasan, baik intelektual,
emosional maupun spiritual, kreativitas, peka terhadap kondisi yang ada dan
menciptakan peluang untuk kemajuan. Sosok pemimpin itu harus cerdas, kompeten,
dan profesional (fathanah). Pemimpin yang mengacu sifat fathonah nabi adalah
pemimpin pembelajar, mampu mengambil pelajaran/hikmah dari pengalaman, percaya
diri, cermat, inovatif tetapi tepat azas, tepat sasaran, berkomitmen pada
keunggulan, bertindak dengan motivasi tinggi, serta sadar bahwa yang dijalankan
adalah untuk mewujudkan suatu cita-cita bersama yang akan dicapai dengan
cara-cara yang etis.
e) Memiliki
karekter istiqamah (konsisten/teguh pendirian). Kepemimpinan
profetik mengutamakan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement
(Istiqamah). Pemimpin yang istiqamah adalah pemimpin yang taat azas
(peraturan), tekun, disiplin, pantang menyerah, bersungguh-sungguh, dan terbuka
terhadap perubahan dan pengembangan.
f) Memiliki
karakter mahabbah (cinta, kasih-sayang). Kepemimpinan profetik
mengutamakan ajaran cinta (mahabbah) bukan kebencian dan pemaksaan. Karakter
pemimpin profetik selalu peduli (care) terhadap moral dan kemanusiaan, mudah
memahami orang lain/berempati, suka memberi tanpa pamrih (altruistik), mencintai
semua makhluk karena Allah, dan dicintai para pengikutnya dengan loyalitas
sangat tinggi.
g) Memiliki karakter shaleh/ma'ruf (baik,
arif, bijak). Kepemimpinan profetik adalah wujud sebuah ketaatan kepada Allah
dan mendarmabaktikan dirinya untuk kesalehan, kearifan dan kebajikan bagi
masyarakatnya. Ketaatan dan keshalehan para nabi atau rasul berpedoman pada
wahyu dan mu'jizat dari Allah. Karakter shaleh/arif dapat melahirkan pesona
kharismatik yang merupakan ilham dari ilahi, yang terpancar pada permukaan
kulit, tutur kata, pancaran mata, sikap, tindakan, dan penampilan. Seorang
pemimpin yang shaleh mempunyai kualitas kepribadian individu yang utuh sehingga
menyebabkan orang lain menaruh simpati, percaya dan menganut apa yang
diinginkannya. Pemimpin shaleh berarti pemimpin yang dirinya diakui pengikut,
karena ketaatannya kepada Allah.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
- Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan untuk
mendorong atau mempengaruhi dalam lingkup penggerakan pelaksanaan
pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Pengertian
Pendidikan Islam yaitu bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut
ajaran islam dengan hikmah,mengarahkan,mengajarkan,melatih,mengasuh dan
mengawasi berlakunya semua ajaran Islam. Jadi kepemimpinan dalam islam yaitu
kemampuan seseorang dalam mengarahkan berlakunya semua ajaran islam
- Bentuk kepemimpinan dalam lembaga pendidikan
islam adalah kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen
pendidikan yang paling berperan dalam menentukan keberhasilan suatu
lembaga pendidikan karena ia merupakan pemimpin di lembaganya.
- Kepemimpinan pendidikan islam dasar penekanannya lebih condong
bersifat mendidik dan membimbing .Dasar
kepemimpinan pendidikan islam lebih menekankan pada peningkatan ilmu
pengetahuan.
Seorang pemimpin setidaknya memiliki
tujuh karakteristik kepemimpinan profetik yang bisa saya uraikan pada tulisan
ini, yaitu antara lain :
a) Memiliki karakter shidiq (jujur).
b) Memiliki karakter amanah(terpercaya).
c) Memiliki karakter tabligh(menyampaikan)
d) Memiliki karakter fathanah (cerdas).
e) Memiliki karekter istiqamah (konsisten/teguh pendirian).
f) Memiliki karakter mahabbah (cinta, kasih-sayang).
g) Memiliki karakter shaleh/ma'ruf (baik, arif, bijak)
DAFTAR PUSTAKA
Indrafachrudi, seokarto dkk. 1983. Pengantar Kepemimpinan
Pendidikan, Surabaya : Usana Offset Printing.
Kartono, kartini.1998. Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada.
Mulyasa. 2004. Menjadi
Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mamehaserafina, Kepemimpinan Dalam
Pendidikan, Diunggah dalam
http://mamehaserafina.blogspot.co.id/2013/11/kepemimpinan-dalam
pendidikan.html
diakses pada 17 Februari 2017.
Nanang, Fattah .1996. Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung : Rosdakarya.
Qomar Mujamil. 2007. Manajemen Pendidikan Islam, Jakarta: Erlangga.
[2]Seokarto
Indrafachrudi dkk, Pengantar Kepemimpinan Pendidikan( Surabaya : Usana Offset Printing, 1983), hal : 23
[4]Kartini
Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan ( Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada, 1998) , hal : 33
[6]Mamehaserafina, Kepemimpinan Dalam
Pendidikan, Diunggah dalam http://mamehaserafina.blogspot.co.id/2013/11/kepemimpinan-dalam-pendidikan.html diakses pada 17 Februari 2017
[7] ibid
